17 Agustus 2011
Cinta Itu Adalah ...
Bersedia membaca 3 atau 5 atau lebih buku cerita untuk si kecil sebelum tidur, selelah apapun rasa ... seberat apapun mata.
Tidak memesan makanan untuk diri sendiri di restoran, karena tahu si kecil mungkin tidak akan bisa menghabiskan makanan pesanannya ... Walaupun makanan si kecil tidak menggugah selera.
Sibuk mengurus barang-barang bawaan anak dan suami saat akan bepergian, sampai kemudian tersadar bahwa kacamata sendiri malah tertinggal ...
Tua di jalan, mengarungi kemacetan, demi mengantar anak-anak playdate di tempat yang berbeda-beda.
Bertahan dalam basa-basi 2 jam pesta ulangtahun teman si kecil, meskipun sudah tidak tahu harus berbasa-basi apa lagi dengan para orangtuanya dan merasa banyak hal lain yang lebih berguna untuk dilakukan. And every parents in that party feels exactly the same!
Menambah binatang peliharaan di rumah, walaupun tahu pasti akan menjadi orang yang bertugas membersihkan kandang-kandangnya. Afirmasi diri: memiliki binatang peliharaan itu akan memberikan dampak positif bagi kematangan emosional dan tanggungjawab anak. Iya kan? Bener kan?
Menyempatkan diri menelpon ke rumah di tengah-tengah rapat penting untuk memastikan si kecil meminum jusnya. Tunggu, ini cinta atau ga penting?
Bangun pagi di satu-satunya kesempatan bangun siang untuk menemani si kecil yang ingin naik sepeda keliling kompleks.
Tidak jadi membeli sepatu karena tiba-tiba sadar kalau baju-baju si kecil sudah banyak yang kekecilan ...
Rela membiarkan kamar tidur menjadi berantakan karena anak-anak senang bermain di kamar mama-papanya. Enjoy it, while they still love to be around us.
Berusaha menahan mulut saat ada pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan.
Mengalahkan ketakutan pada laut dengan sok berani naik perahu bersama anak-anak saat liburan. Isn't the sea adorable, boys? Isnt't it fun??? *pingsan*
Membiarkan si kecil dengan kreatifitasnya, walaupun tahu bahwa ada cara lain yang lebih baik unttuk membuat pesawat dari kertas.
Menunjukkan kagum luar biasa, sembari setengah mati berusaha memahami gambar yang dibuat si kecil.
Tidak lagi merasakan kelelahan, kemarahan, kekecewaan, saat melihat mereka yang tercinta sedang tertidur pulas. Yang ada hanya kedamaian,